Iklan

https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1169732637112482

NamaLabel

Iklan

Halaman

Tanamkan Disiplin dan Etos Kerja, Lapas Pemuda Madiun Rutin Gelar Apel Pagi Warga Binaan Seksi Kegiatan Kerja

, Oktober 25, 2026 WIB Last Updated 2026-10-26T04:39:55Z

 


MADIUN, INFO_PAS – Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan dan tanggung jawab warga binaan, Seksi Kegiatan Kerja Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun rutin melaksanakan apel pagi bagi warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian, Senin (26/10).


Kegiatan yang dimulai pukul 08.15 WIB tersebut bertempat di halaman depan Pos 1 dan diikuti seluruh warga binaan yang terlibat dalam berbagai bidang kegiatan kerja, meliputi laundry, barbershop, tata boga, perikanan, peternakan, pertanian, meubelair, hingga kerajinan rajut.


Apel pagi diawali dengan pengecekan kehadiran atau absensi warga binaan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Catur Dharma Narapidana sebagai pengingat akan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta komitmen untuk mengikuti pembinaan dengan sungguh-sungguh.


Selain sebagai sarana pengecekan kesiapan sebelum memulai aktivitas kerja, apel pagi juga menjadi media untuk memberikan pengarahan dan menanamkan etos kerja yang baik. Seluruh warga binaan diingatkan agar senantiasa mematuhi tata tertib, menjaga sikap, bekerja secara bertanggung jawab, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun menghambat proses pembinaan.


Perhatian khusus juga diberikan kepada warga binaan yang menjalani program asimilasi di luar Lapas. Mereka diingatkan untuk senantiasa menjaga kepercayaan yang telah diberikan, menaati ketentuan yang berlaku, serta tidak melakukan tindakan menyimpang selama menjalankan program tersebut.


Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Dr. Rudi Kristiawa menegaskan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter warga binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.


“Apel pagi bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi sarana untuk membangun disiplin, tanggung jawab, dan komitmen dalam bekerja. Saya minta seluruh warga binaan mengikuti kegiatan kerja dengan sungguh-sungguh, mematuhi aturan, serta menjauhi segala bentuk pelanggaran. Terlebih bagi warga binaan yang menjalani asimilasi di luar Lapas, jaga kepercayaan yang diberikan dan jangan melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencederai proses pembinaan,” tegas Rudi.


Ia juga menekankan bahwa program pembinaan kemandirian harus dimanfaatkan secara maksimal sebagai bekal keterampilan dan pengalaman kerja. Dengan demikian, warga binaan diharapkan memiliki kemampuan produktif, mental yang lebih baik, serta kesiapan untuk menjalani kehidupan yang mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.


Melalui pelaksanaan apel pagi secara rutin, Lapas Pemuda Madiun terus memperkuat budaya disiplin dan tanggung jawab dalam setiap kegiatan kerja. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk mewujudkan pembinaan yang terarah, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus mempersiapkan warga binaan agar mampu berkontribusi positif ketika kembali ke masyarakat. (Humas Lapas Pemuda Madiun)

Komentar

Tampilkan

Terkini