MADIUN, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun terus berkomitmen memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan melalui kegiatan keagamaan. Bertempat di Masjid At-Taubah, warga binaan mengikuti rangkaian ibadah yang diawali dengan salat Duha berjamaah, dilanjutkan tahlilan, pembacaan Asmaul Husna, serta ceramah keagamaan yang membahas tentang tauhid. (26/10)
Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti warga binaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta menanamkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Melalui rangkaian ibadah tersebut, warga binaan diberikan kesempatan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus melakukan introspeksi diri.
Dalam sesi ceramah, ustaz dari Pondok Pesantren Al-Fatah, Temboro, menyampaikan materi mengenai tauhid, yaitu keyakinan untuk mengesakan Allah SWT. Pemahaman tauhid menjadi landasan penting dalam kehidupan seorang muslim, termasuk dalam membentuk perilaku yang baik, menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab, serta memperkuat tekad untuk memperbaiki diri.
Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan mampu menjadi pengingat bagi warga binaan agar senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjaga sikap dan perilaku, serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk berubah ke arah yang lebih baik.
Kepala Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Dr. Rudi Kristiawan menegaskan bahwa pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga binaan.
“Pembinaan keagamaan bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi menjadi sarana untuk membangun kesadaran diri, memperkuat keimanan, dan memperbaiki akhlak. Kami berharap warga binaan dapat mengambil hikmah dari setiap kegiatan, mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadikan masa pembinaan ini sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ungkap Rudi.
Lebih lanjut, kegiatan pembinaan kepribadian ini merupakan bagian dari upaya Lapas Pemuda Madiun dalam menciptakan proses pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan keterampilan, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual warga binaan.
Melalui kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun berharap warga binaan mampu menumbuhkan pribadi yang lebih religius, berakhlak baik, serta memiliki bekal moral dan spiritual untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (Humas Lapas Pemuda Madiun)
